Workshop Pengembangan Perangkat Pembelajaran 2019

By Fathurrahman 04 Agu 2019, 07:26:08 WIB Pendidikan
Workshop Pengembangan Perangkat Pembelajaran 2019

A.   LATAR BELAKANG

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Lebih lanjut dalam penjelasan atas UU no. 20 tahun 2003 tersebut dinyatakan bahwa Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

Untuk mewujudkan cita-cita pendidikan seperti yang diamanatkan dalam UU di atas, disusunlah kurikulum yang disesuaikan  dengan  perkembangan dan tuntutan jaman. Kerangka Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek yaitu konteks, kompetensi, dan mata pelajaran. Pada aspek kompetensi, ditekankan pada karakter, numerasi, literasi, berfikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi. Empat poin terakhir pada aspek kompetensi ini sejalan dangan empat pilar pendidikan yang ditetapkan oleh Unesco yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.

Seiring dengan implementasi kurikulum 2013, Isu tentang kualitas pembelajaran, guru, kepemimpinan sekolah, dan budaya akademik merupakan permasalahan yang masih dihadapi pendidikan kita saat ini. Dalam konteks penjaminan mutu, diantara permasalahan yang dihadapi adalah lemahnya komitmen, rendahnya kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan data yang belum optimal, dan keterbatasan sosialisasi kebijakan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan perubahan mindset, perilaku, kerangka kerja, dan instrumen untuk memastikan standar nasional pendidikan sebagai bentuk penjaminan mutu pedidikan diterapkan dengan berorientasi pada kepatuhan (compliance) dan kinerja (performance).

Khusus terkait dengan kualitas sumber daya manusia,  kompetensi guru memiliki posisi sentral dan strategis dalam menentukan tingkat kompetensi peserta didik. Gurulah yang selalu berinteraksi langsung maupun tak langsung dengan peserta didik. Guru yang bertugas mengatur dan mengelola kelas sekaligus salah satu faktor yang menentukan keberhasilan kegiatan pembelajaran di kelas.

Data dari berbagai survei dan pemetaan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri memberikan peringatan yang jelas bahwa masih diperlukan usaha keras untuk mewujudkan kompetensi peserta didik sesuai dengan cita-cita di atas. Data hasil Ujian Nasional tahun pelajaran 2018/2019 untuk tingkat nasional menunjukkan rata-rata yang masih berada pada kategori D (kurang) yaitu 52,82. Diagram lengkap trend pencapaian nilai Ujian Nasional sampai satuan pendidikan SMP Negeri 1 Polewali sebagai berikut:

 

Sumber : https://puspendik.kemdikbud.go.id/hasil-un/

Khusus untuk pencapaian hasil Ujian Nasional tingkat satuan pendidikan, SMP Negeri 1 Polewali juga masih dalam kategori D (kurang). Meski rata-rata sekolah lebih tinggi dari pada rata-rata provinsi, namun di tingkat Kabupaten rata-rata nilai Ujian Nasional SMP Negeri 1 Polewali berada di peringkat kelima (rata-rata = 46,45) dari 118 SMP/MTs yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Polewali Mandar.

Terkait dengan kondisi ini, maka upaya maksimal memang harus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru. Peran guru sebagai motivator, fasilitator, pembimbing, evaluator,  pengembang materi pelajaran,  pengelola proses belajar mengajar, dan  agen pembaharu harus ditingkatkan. Peningkatan kompetensi guru ini dimulai sejak merencanakan program pembelajaran dan penilaian.

Salah satu upaya yang ditempuh satuan pendidikan SMP Negeri 1 Polewali untuk meningkatkan kompetensi guru adalah melalui kegiatan workshop pengembangan perangkat pembelajaran sebagai penguatan implementasi k13 yang terintegrasi dengan PPK dan Literasi yang dikemas dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sekolah (MGMPS).

 

B.  DASAR

1. Undang-undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

    Nasional;

2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;

3. Permendiknas No. 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan

    Kompetensi Guru;

4. Permendiknas No. 19 tahun 2007  Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan

    Pendidikan Dasar dan Menengah;

5. Peraturan Pemerintah RI No. 13 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas PP No. 19

    tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP);

6. Permendikbud No. 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL);

7. Permendikbud No. 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan

    Menengah;

8. Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan

    Menengah;

9. Permendikbud No. 23 tahun 2016 tentang StandarPenilaian Pendidikan;

 

C.  TUJUAN

1.  Peserta mampu menyusun dan melengkapi administrasi pembelajaran sesuai dengan

     kurikulum 2013 yang meliputi: Silabus, Program Tahunan (Prota), Program Semester

     (Prosem), Analisis KKM, dan RPP.

2.  Peserta mampu merencanakan pembelajaran dan penilaian yang mengintegrasikan

     PPK dan Literasi.

3.  Peserta mampu memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam

     mengembangkan rencana pembelajaran dan penilaian.

4. Peserta mampu memecahkan masalah yang terkait pembelajaran dan penilaian melalui

    musyawarah dengan teman sejawat baik dalam satu mata pelajaran maupun antar

    mata pelajaran.

 

D. SASARAN

Sasaran kegiatan workshop pengembangan perangkat pembelajaran sebagai penguatan implementasi k13 yang terintegrasi dengan PPK dan Literasi adalah 47 orang peserta yang merupakan guru-guru SMP Negeri 1 Polewali.

 

E. MATERI

1.   Pengembangan silabus mencakup kegiatan melengkapi silabus dengan  nilai   

      karakter yang dikembangkan, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar;

2.   Penyusunan Program Tahunan (Prota);

3.   Penyusunan Program Semester (Prosem);

4.   Analisis KKM;

5.   Pengembangan sistem penilaian yang mencakup penggunaan aplikasi analisis   

      ulangan harian, teknik penyususunan kisi-kisi, dan menyususn soal berdasarkan   

      level kognitif;

6.   Pengembangan RPP yang mengintegrasikan PPK dan Literasi.

 

F.  WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Workshop pengembangan perangkat pembelajaran sebagai penguatan implementasi k13 yang terintegrasi dengan PPK dan Literasi dilaksanakan  selama dua hari dari tanggal 18 Juli s.d. 20 Juli 2019 di Aula SMP Negeri 1 Polewali.

 

G. PEMBIAYAAN

Pembiayaan workshop pengembangan perangkat pembelajaran sebagai penguatan implementasi k13 yang terintegrasi dengan PPK, Literasi, dan HOTS berasal dari dana BOS.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment